Di blog ini, lo akan nemuin kisah alur hidup gw semenjak gw mulai kenal blog, sampe gw bakalan ga bisa buka internet lagi. Campur aduk dunia yang pernah gw rasaain akan gw curahin di sini. Berita, info, komentar, ato pun cacian gw tentang hidup ada di sini. That's true.

Thursday, September 28, 2006

Cinta ini milikmu ibu...

"Rosa, bangun.. Sarapanmu udah ibu siapin di meja."

Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali rosa bisa mengingat tapi kebiasaan ibu tak pernah berubah.

"Ibu sayang. ga usah repot-repot ma, aku sudah dewasa."

pinta rosa pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika sang Ibu mengajak rosa makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan rosa membayar semuanya, ingin rosa membalas jasa sang Ibu selama ini dengan hasil keringat Rosa.. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

"Kenapa Ibu mudah sekali sedih?", Rosa hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya Rosa mengalami kesulitan memahami Sang Ibu karena dari sebuah artikel yang pernah dibaca rosa.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. tapi entahlah..Niat Rosa ingin membahagiakan malah membuat sang Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu Rosa tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari rosa memberanikan diri untuk bertanya :

"Bu, maafin rosaa kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih?" sambil menatap dalam ke sudut-sudut mata sang Ibu, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata sang Ibu berkata :

"Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, Ibu tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri". Sambil terus menyucurkan air mata ke-Ibuannya.

Ah...!!!.. Ya Tuhan, ternyata buat seorang Ibu.. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya.. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri
melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.". Itulah segelintir pikiran rosa saat itu yang tiba2 menyadari akan keadaan ini.

Diam-diam Rosa merenungkan. Apa yang telah Rosa persembahkan untuk Ibu dalam usia rosa sekarang ?, Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putrinya?. Ketika itu Rosa bertanya pada sang Ibumama. Sang Ibu menjawab :

"Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kamu berikan pada Ibu. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah dewasa, kamu berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata dan kebahagiaan kamu mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi rosa hanya bisa berucap :

"Ampunkan aku ya Tuhan kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya IBU melalui liku-liku kehidupan..". Diiringi air mata yang tak tertahankan dari beningnya mata rosa.

Ibu rosa seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan
kepada siapapun.

"Ah, maafin kami mama..... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Tuhan?. Itulah segelintir dosa rosa....

"Rosa, bangun nak.. sarapannya udah Ibu siapin di meja.. " .

Mendengar suara lembut sang Ibu, Kali ini rosa melompat segera.. membuka pintu kamar dan merangkul sang Ibu dengan sehangat mungkin,
Ia ciumi pipinya yang mulai keriput, ia tatap matanya lekat-lekat dan terucaplah sebuah kalimat dari mulut rosa..

"Terimakasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama."

Ia melihat binar itu memancarkan kebahagiaan..

"Cintaku ini milikmu, Ibu. Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.."...

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat
"Aku sayang padamu.". Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai..

Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, Ibu....Walau mereka tak pernah meminta. Percayalah.. kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia..

"Ya Allah, cintailah Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu. Dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, terimalah dan jagalah ia disisiMu.. Titip Ibuku ya Rabbi.."..inilah segelintir do'a Rosa untuk sang Ibu tercinta diakhir cerita ini...

Untuk dan oleh semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak
yang mencintai Ibunya..

HAPPY MOTHERS DAY FOR IBU....buat semuanya yang masih ada ibu ucapkanlah rasa terima kasih atas semua kasih sayang yang diberikan kepada kita

SEKIAN

Tuesday, September 05, 2006

Mendidik Manusia atau Anjing???

From Milis
Mendidik Manusia atau Anjing???
Oleh : Ratna Megawangi

SEPERTI umumnya para gadis remaja, anak kedua kami yang barusia 15 tahun ingin sekali rambutnya di-rebonding, padahal rambutnya sudah lurus. Berhubung tarifnya mahal, saya suruh ia pergi ke sebuah salon di daerah Cibubur yang relatif murah.

Rupanya ia sudah mengetahui nformasi melalui internet mengenai salon-salon yang terkenal bagus, atau jelek dalam urusan rebonding, bahkan sampai dampak obat yang dipakai terhadap kualitas rambut. Ia menolak pergi ke salon tersebut, karena informasi yang ia baca dalam sebuah blog internet, kualitas rebonding di salon tersebut tidak bagus.

Berhubung saya hanya mau membayar 50 persen saja, ia melakukan browsing secara intensif, dan akhirnya ia memutuskan untuk memakai jasa sebuah salon yang tarifnya cukup murah, tetapi kualitasnya bagus.

Rupanya anak terkecil kami pun (usia 7 tahun), sudah mulai menjadi seorang yang tidak mudah dipengaruhi juga. Ia bersama kakaknya "berkonspirasi" untuk mempengaruhi kami agar mau memelihara anjing di rumah. Mereka sebut beberapa jenis anjing yang bagus, lagi-lagi belajar dari internet, dan akhirnya memutuskan untuk membeli anjing yang pintar untuk dilatih serta bersahabat dengan anak-anak, yaitu jenis Golden Retriever.

Saya sendiri baru mendengar nama jenis tersebut, tetapi menurut informasi harganya cukup mahal. Kemudian saya ajak mereka ke sebuah tempat di daerah Menteng untuk membeli anjing di pinggir jalan yang pasti harganya lebih murah.

Mereka mengetahui betul bentuk anjing jenis tersebut, sehingga ada 4 penjual yang gagal membohongi mereka. Sampai yang mirip sekali pun, tetapi karena bentuk kupingnya berbeda, mereka mengetahuinya.

Setelah bernegosiasi, dan kedua anak kami mau patungan menyumbang dari uang tabungannya Rp 500.000, akhirnya saya menyerah untuk membelinya di pet shop yang harganya Rp 2 juta, karena kemurnian ras anjing tersebut dijamin oleh sertifikat.

Dalam beberapa hal, saya akui anak-anak kami lebih pintar dan well-informed daripada orangtuanya, sehingga kami sering "kalah" ketika harus mengambil keputusan karena informasi yang diperolehnya lebih lengkap.

Anak pertama kami yang sekarang sudah semester 7 di Fakultas Hukum UI, sejak kelas 1 SMA juga sudah memutuskan sendiri untuk masuk ke IPS, sehingga ia tidak mau "membuang" waktunya untuk belajar sesuatu yang ia tidak akan dipakainya, seperti Fisika, Kimia dan Biologi. Akibatnya, nilai yang diperolehnya hanya pas-pasan saja.

Namun, waktunya lebih banyak ia gunakan untuk belajar sesuatu yang lebih menarik minatnya, seperti belajar komputer, organisasi, dan membaca segala macam buku yang tidak ada hubungannya dengan tugas sekolah.

Kelas 1 SMA (tahun 1999) ia mengajak beberapa kawannya untuk merintis bidang ekstra kurikuler baru di sekolahnya, yaitu FORTEK (forum teknologi), yang semuanya diusahakan melalui survey kelayakan (ada 100 kuesioner tersebar), seminar, dan presentasi di depan sponsor, sehingga memperoleh 6 perangkat komputer. Bidang tersebut sampai sekarang masih ada, bahkan paling banyak diminati siswa.

Rasanya tidak ada satu pun guru yang memujinya, karena memang angka rapornya biasa-biasa saja, bahkan ada juga nilai merahnya (boro-boro dapat ranking). Namun baginya tidak ada masalah, dan ia memang berpikir strategis. Menurutnya, apabila sistem ujian nasional dan masuk perguruan tinggi adalah seperti sekarang, maka dengan sistem kebut drilling beberapa bulan terakhir sebelum ujian, katanya masih bisa ia kejar.

Jadi, ketika hampir seluruh kawan-kawannya sudah sibuk ikut les sekolah dan bimbingan tes sejak kelas 1 SMA, bahkan sampai banyak yang stress, ia menolak untuk mengikutinya karena mau memakai waktunya untuk mempelajari hal-hal yang diminatinya sendiri. Baru ketika 6 bulan menjelang ujian akhir SMA, ia mau ikut les.

Sejak SMP ia memang sudah senang membaca buku-buku serius seperti karangan Maurice Bucaille, buku-buku filsafat Jabariah dan Badariah, bahkan sekarang ia sedang senang-senangnya mengikuti perkembangan harga pasar saham dan pasar uang, karena ia menginvestasikan semua tabungannya yang Rp 3 juta di reksadana. Semuanya ini ia peroleh dari belajar sendiri, bukan dari sekolahnya.

Perjalanan anak-anak kami masih panjang, sehingga kami belum tahu apakah mereka berhasil nantinya. Namun paling tidak, kami telah berusaha untuk mempersiapkan mereka untuk menjadi manusia yang berpikir kritis dan mandiri, tidak mudah percaya dan diprovokasi, bisa mencari informasi dan mengolahnya sendiri, sehingga nantinya bisa mencari solusi terhadap berbagai masalah dalam hidupnya, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan yang cepat berubah.

Tentunya juga dengan membekali mereka tentang prinsip-prinsip nilai dan etika. Terus terang, kami memang "melarang" anak-anak kami untuk mendapatkan ranking, karena sistem ini akan membuat seseorang terperangkap untuk mempertahankannya, sehingga mereka hanya mampu berpikir dangkal, pragmatis, dan tidak kritis, akibat terbiasa menghafal dan mengerjakan soal yang jawabannya sudah baku sesuai dengan rumus.

Menurut Albert Einstein, dengan hanya mengajarkan anak menghafal mata pelajaran, tidak ada bedanya dengan melatih seekor anjing. Menurut Einstein, "With his specialized knowledge-more closely resembles a well-trained dog than a harmoniously developed person." (Ternyata benar, dengan cara mengulang berkali-kali, anak kami sudah dapat melatih anjingnya yang berusia 4 bulan untuk duduk, loncat, dan salaman).

Bukan berarti metode menghafal dan drilling tidak perlu (kognitif), tetapi dimensi lainnya juga harus dikembangkan (sosial, emosi, motorik, spiritual, dan kreativitas) , sehingga seluruh dimensi manusia dapat berkembang secara seimbang (harmonis).

Namun, semua metode pelajaran di sekolah hanya diarahkan agar anak- anak dapat menjawab ujian, yang bentuknya memang hafalan, sehingga potensi-potensi lainnya tidak berkembang secara harmonis.

Albert Einstein sudah memberikan peringatan akan bahayanya sistem pendidikan yang terlalu menjejalkan anak dengan banyak mata pelajaran, yang menurutnya dapat membuat anak berpikir dangkal, bukan seorang yang independent critical thinker (New York Times, October 5, 1952).

Menurutnya, "It is also vital to a valuable education that independent critical thinking be developed in the young human being, a development that is greatly jeopardized by overburdening him with too much and with too varied subject (point system). Overburdening necessarily leads to superficiality. Teaching should be such that what is offered is perceived as a valuable gift and not as a hard duty."

Kalau kita melatih seseorang untuk mempunyai fisik kuat, baik dengan olahraga atau berjalan kaki, maka dengan kekuatan fisiknya ia akan fit bekerja di mana saja yang memerlukan kekuatan fisik. Begitu pula, apabila kita mempersiapkan seorang anak untuk dapat berpikir kritis, selalu ingin tahu, dan mampu mengolah informasi, maka ia akan berhasil dalam pekerjaan apa saja yang memerlukan orang berpikir.

Apalagi di masa depan apabila semakin banyak orang yang mempunyai akses terhadap internet (lima tahun yang lalu mungkin kita tidak membayangkan kalau handphone bisa dipakai secara massal sampai ke desa-desa. Hal yang sama sangat mungkin terjadi dengan internet, seperti yang sudah terjadi di Korea). Artinya, tanpa menghafal pun, segala informasi dengan mudah dapat diakses.

Mungkin ilmu yang didapat di sekolah banyak yang tidak terpakai dalamkehidupan anak kita nanti. Apalagi jaman akan terus berubah dengan cepat, sehingga apa yang dipelajari sekarang ini, mungkin saja tidak terpakai dalam kehidupannya di masa depan nanti. Padahal sudah dipelajari dan dihafalkan mati-matian, sampai banyak yang stress dan mengalami masalah kejiwaan.

Menurut Peter Senge, sekolah-sekolah yang mendidik siswanya untuk patuh begitu saja kepada pihak otoritas dan mengikuti peraturan tanpa mempertanyakannya - tidak bersikap kritis - akan gagal menyiapkan para siswanya untuk menghadapi dunia tempat tinggal mereka yang kerap berubah.

Jadi, kalau kita mau menyiapkan anak-anak kita untuk cakap hidup di zamannya kelak, jangan biarkan mereka terperangkap dengan cara yang hanya bisa berpikir sesuai dengan yang telah diprogram (hafalan dan drilling ), yaitu tidak kreatif, tidak kritis, tidak berani mengambil risiko, tidak proaktif, dan apatis.

Kasihan mereka, karena mereka harus hidup di masa depan yang begitu cepat berubah, sangat kompleks, serta penuh tantangan dan beban.

Seperti kata Einstein, "Mereka adalah Manusia, Bukan Well-Trained Dog".

***
Penulis adalah pemerhati masalah sosial pendidikan

Saturday, July 29, 2006

drawing kualifikasi ketiga Liga Champion

Sheriff Tiraspol (MOL) atau Spartak Moscow (RUS) v Sloven Liberec (CZE)
Shakhtar Donetsk (UKR) v Hafnarfjordur (ICL) atau Legia Warsaw (POL)
FC Zurich (SUI) atau Salzburg (AUT) v Valencia (ESP)
Levski Sofia (BUL) atau Sioni Bolnisi (GEO) v Chievo (ITA)
Hearts (SCO) atau Siroki Brijeg (BIH) v AEK Athens (GRE)
CSKA Moscow (RUS) v Djurgardens (SWE) atau Ruzomberok (SVK)
AC Milan (ITA) v Cork City (IRL) atau Red Star Belgrade (SEM)
Galatasaray (TUR) v Mlada Boleslav (CZE) atau Valerenga (NOR)
Standard Liege (BEL) v Gorica (SLO) atau Steaua Bucharest (ROM)
Austria Magna (AUT) v Benfica (POR)
FK Ekranas (LTU) atau Dynamo Zagreb (CRO) v Arsenal (ENG)
FC Copenhagen (DEN) atau MyPa (FIN) v Ajax (NED)
Hamburg (GER) v Osasuna (ESP)
FK Metalurgs (LAT) atau Dynamo Kiev (UKR) v Fenerbahce (TUR) atau Torshavn (FAR)
Liverpool (ENG) v Maccabi Haifa (ISR)
Lille (FRA) v Debrecen (HUN) atau Rabotnicki (MKD)

Tuesday, July 25, 2006

Bodoh, bodoh, sangat bodoh

Aku tak tau dua kata ini bisa membuatnya bahagia
Aku tak tau kalau ternyata dia membutuhkanku
Aku bahkan tak pernah berusaha mencari tahu
Bahwa dia benar-benar mencintai aku

Aku salah... sangat salah
Aku lelah... cepat sekali menyerah
Aku tak pernah mencoba tuk mengetahui isi hatinya
Aku hanya mendeskripsikan berdasarkan apa yang kulihat
Pahahal, jika aku bertanya, dia pasti menjawab

Aku cengeng, lebih cengeng dari bayi
Aku banci, lebih banci dari waria
Aku benar-benar pengecut, sangat pengecut

Sial.... Kenapa aku begini
Aku gak bisa melepas dari bayangmu
Aku gak bisa mencoba lari dari bisikanmu
Tapi aku tak mau menyentuhmu

Argh.... apa yang harus aku lakukan
Argh.... apa yang harus aku perbuat
Argh.... apa yang mesti aku simpan
Aku benar-benar tak tau, sungguh tak tau

Aku bimbang menentukan pilihan
Antara dia dan dia...
Aku tak pernah bisa memilih
dan akhirnya.... aku tinggalkan dua-duanya

Aku tau kalau tindakanku salah
Aku ngerti kalau aku gak berguna
Aku juga paham kalau aku gak bisa mendapatkan keduanya

Kenapa... kenapa... kenapa....
Saat aku menjadi aku
Saat aku menemukan diriku
Aku dibimbangkan dengan masalah ini
Kenapa... kenapa... kenapa....

Tuh, airmataku meleleh
Tuh, pundakku kembali bergetar
Tuh, kelopak mataku tak mampu membuka
Tuh... lagi-lagi aku ... Argh....

Daftar Blog Kamu ke blogawards2006.com



Wew, berita ini juga gw tau dari si Mo, katanya dia ada liat blogawards gitu deh buat penghargaan blog. Gw baca-baca dikit, langsung deh tanpa tedeng aling-aling gw daptarin. Hue... baru gw baca-baca lagi, ternyata mesti nyantumin logo peserta, yah akhirnya ngedit dikit deh templatenya, dan publish (untuk hal yang satu ini gw sering lupa).

Gw gak berharap banyak di event ini, cuman mau biar blog gw terkenal aja. Wehehehe.... gw narsis yao? Ngga ah, cuman pengen eksistensi diri doank. Kekeke...

Model West Java Tsunami 17 July 2006




Berikut saya dongengkan tentang tsunami yang barusaja terjadi di Pangandaran pada hari Senin, tanggal 17 Juli 2006. Trimakasih kepada Pak Dr Hamzah (ITB) yg bekenan membagi infonya ke kita, untuk memberikan pelajaran tentang genesa dari tsunami ini.
Ketinggian tsunami tersebut di dekat epicenter hanya sekitar 1-1.5 meter. Namun sperti yang sering digambarkan pada penampang tsunami, maka ketinggian gelombangnya meningkat, bertambah tinggi ketika pantai mendangkal.

Sangat mengagetkan, ternyata tsunami tersebut diperkirakan menghantam pantai selatan Jawa dengan tinggi maksimum mencapai sekitar 4 meter ! (klick gambar utk memperbesar)
Waktu yg dibutuhkan oleh gelombang tsunami itu menjalar dari pusat episenter ke pantai selatan jawa hanya membutuhkan waktu 15-20 menit saja setelah gempa. jarak pantai terdekat dengan sumber gempa sekitar 200 Km, kalau kecepatannya 800 Km/jam, maka memang 15 menit saja sudah sampai di pinggir pantai selatan Jawa. Jadi seperti gambar kartun diatas, bahwa ketika gempa dirasakan di pinggir pantai, maka saatnya untuk mencoba menghindari pantai, karena waktu yg tresedia hanya 15-20 menit saja. Itu kalau dianggap bahwa gelombang menjalar dengan kecepatan cahaya. Lah kan gelombang getaran juga menjalar perlu waktu. Artinya antara merasakan getaran dengan kedatangan tsunami bisa hanya 10-15 menit saja jedanya.
Jadi ciptakan early warning sendiri.



Dalam waktu 10-15 menit, mungkin USGS ataupun BMG belum ngapa-ngapain, lah mereka masih mengumpulkan data. Belum lagi harus lapuran ke atasannya untuk membunyikan alarm. Jadi ¡§waspada is your early warning !¡¨
Pemodelan serta hasil pengukuran yg lebih akurat akan dibuat dan akan diupdate oleh Pak Hamzah.
Asumsi yg dibuat berdasarkan (Dr hamzah) :
The tsunami occurred at 15:19:30.73 (Loco time) ; (Simulation has been done at 17.56 after around 2.5 hours) field Report from eye witness , tsunami heights at Pangandaran:
- around 4 up to 6 m (Radio Elshinta)
- around 7 m and inundation around 300 m in land (by Phone to
Hamzah from The Jakarta Post)
Preliminary Result of the 2006 West Java Tsunami Simulation
By Hamzah Latief1,2), Aditya Riadi2) and Dodi Zulkarnaen2)
1)Dept. of Oceanography, Institute of Technology, Bandung, INDONESIA
2)Tsunami research Group, Center for Coastal and Marine Development, Institute of Technology, Bandung, INDONESIA

jeruk nipis ternyata berguna bagi penderita batu ginjal

Kesimpulan tersebut adalah sari penelitian Mochammad Sj ‘bani, ahli ginjal dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta, yang dimuat dalam buku 90 Tips Kesehatan.


Gagasan penelitian ini berawal dari pengalaman sebuah keluarga yang memiliki kecenderungan batu ginjal. Seluruh anggota keluarga terkena batu ginjal kecuali seorang anak gadisnya. setelah diteliti ternyata si gadis rajin minum jeruk nipis. Dugaan sementara, jeruk nipis inilah yang menekan pembentukan endapan batu ginjal.


Sementara itu, dalam dunia kedokteran, kalium sitrat selalu diberikan kepada pasien batu ginjal pasca operasi. Senyawa ini menguraikan zat-zat, seperti sulfat, fosfat, dan natrium yang berpotensi membentuk endapan batu yang memicu gagal ginjal.


Sayangnya, harga kalium sitrat lumayan mahal, dan harus diminum empat butir sehari selama beberapa minggu. Sja’bani kemudian meneliti kemungkinan jeruk nipis sebagai pengganti kalium sitart. Kebetulan, jeruk nipis bulat (Citrus aurantifolia) mengandung sitrat yang lebih tinggi ketimbang jeruk nipis oval, jeruk lemon, jeruk manis, atau jeruk keprok.


Berikutnya, Sj’bani, melakukan uji klinis terhadap 72 pasien batu ginjal pascaoperasi. Responden dibagi dua kelompok. Kelompok kedua hanya diberikan plasebo. Sebelum dan sesudah penelitian, kondisi kesehatan ginjal responden terus dimonitor. Setengah tahun kemudian, Sja’bani melanjutkan penelitian selama sepuluh hari, responden dibagi dalam dua kelompok. Yang pertama diberi minuman perasan dua buah jeruk nipis bulat yang diencerkan menjadi dua gelas air jeruk, sekali sesudah makan malam. Dan kelompok kedua diberikan plasebo.


Hasilnya, kalium sitrat menekan berbagai kondisi, yakni kenaikan kadar pH dan penurunan kalium yang memicu endapan batu ginjal. “Hasil serupa juga terjadi pada kelompok yang minum air jeruk nipis.” Dengan demikian, menurut Sja’bani, minum air jeruk nipis sehari-hari juga berguna bagi mereka yang punya kecenderungan berpenyakit batu ginjal.